daftarkan

generalbanner

cari disini

Tuesday, May 19, 2009

Jin Pohon

Sore itu Dul pergi kesebuah taman sendirian sambil merenungi nasibnya yang miskin. Tiba - tiba Dul ingin buang air kecil alias kencing. Dul kencing dibawah pohon tiba – tiba muncul sosok yang sangat besar dihadapanya, sepontan aja Dul kaget bukan kepayang. Sambil terbatah -batah bicara, Dul menayakan sosok yang tinggi besar tadi, dan sosok tinggi besar tadi menjawab bahwa namanya adalah jin penunggu pohon.
Jin tersebut berterimakasih karena sudah dikencingi karena syarat keluar dari sihir pohon harus dikencingi manusia. Jin tersebut memberikan 3 bonus permintaan pada Dul, yang semua akan dikabulkan. Dul minta persaratan yang pertama pada jin. Dul minta uang yang bayak, sepontan jin tersebut langsung menghilang. Lima menit kemudian jin tersebut muncul dihadapan Dul, dan memberikan uang tersebut.Dul marah – marah pada jin, masa Cuma di beri uang recehan Rp.100,-an. Jinpun menjawab,” tadikan minta uang yang banyak, ya dapatnya Cuma recehan yang banyak.

Dul minta permintaan ke 2, Dul meinta uang yang gedean. Jin pun akhirnya pergi menghilang. Lima menit kemudian jinpun kembali menemui Dul dan memberikan uang. Dulpun tambah marah uang yang diterimanya Cuma Rp. 5.000,-. Jin menjawab,” katanya uang yang gedean, kan lebih gedean dari uang cepek.

Untuk permintaan Yang ke 3 Dul minta uang yang diatas Rp.5.000,- dan banyak uang. Akhirnya jinpun pergi meninggalkan Dul. Dul menunggu selama 30 menit jin belum nonggol juga. Dul jadi penasaran dan mencari dimana arah jin tadi menghilang.

Setelah melihat apa yang dilakukan jin tersebut bagaimana mencari uang, Dul pun jadi tertawa cekakakan ternyata uang yang didapatkan jin tersebut didapat dari mengemis. Patesan disuruh cari uang yang bayak lama sekali.

Wednesday, March 4, 2009

Benjolan Telur Puyuh

Sore itu Aku, istriku dan anakku Bintang rencana pergi ke gereja pada misa sabtu sore, memperingati hari Imlek. Biasanya sesudah selesai misa diberi kue ranjang dan jeruk.Kami semua siap – siap untuk pergi ke gereja. tinggal menunggu waktu. Anakku Bintang senang sekali karena misa kali ini akan mendapatkan kue ranjang dan jeruk. Anakku Bintang melompat kegirangan, namun apa yang terjadi Bintang terpeleset dan jatuh, keningnya terbatur lantai, aku melihat kejadian itu serasa copot jantungku.
Karena pada kepala kening Bintang mengeluarkan telur puyuh alias benjol. Aku kasihan melihatnya Bintang terus menangis, sambil bilang,” sakit, sakit, sakit.” Itu dikatakan berulang – ulang. Aku dan istriku kebingungan akhirnya aku ambil kompres air es lalu aku letakkan di kenig kepala Bintang yang benjol itu.
Sambil aku nyanyikan nina bobok dan dondong opo salak, Bintang akhirnya bisa tidur. Aku dan istriku merasa bersalah atas kejadian tersebut yang kurang hati – hati menjaga anakku Bintang. Kami memutuskan untuk tidak pergi kegereja sore itu, untuk menjaga Bintang sampai bangun tidur. Istriku mengoleskan balsam untuk megurangi rasa sakit dikening kepala Bintang. Kurang lebih satu jam Bintang tidur.
Bintang terbangun dan minta aku gendong. Sambil duduk diteras, tiba – tiba Yuan datang bersama ibu bapaknya. Yuan adalah anak dari adik istriku. Bintang tersenyum gembira dengan kedatangan Yuan yang umurnya sebaya dengan Bintang anakku. Yuan memberikan kue keranjang dan jeruk yang dinanti - nantikan Bintang dengan berkata?” Tang ini untuk kamu.” Bintang menjawab sambil tertawa, trima kasih Yuan. Melihat Bintang sudah tertawa aku merasa lega.

Friday, February 13, 2009

Dapat Ikan

Soere itu aku dan anakku Bintang yang berumur 4 tahun merencanakan untuk memancing ikan. Aku dan Bintang mencari umpan cacing didepan rumahku. Setelah mendapat beberapa cacing , aku masukkan kedalam tempat plastik. Aku dan Bintang berangkat dengan membawa kail dan umpan cacing di selokan yang tak jauh dari rumahku.
Setelah sampai ditujuan, aku segera memasang umpan cacing pada kail. Kail aku masukkan kedalam air selokan. Baru meberapa menit saja Bintang berkata, “ pak aku yang memancing ya.” Akupun menjawab .” ya. Bintang segera memegang pancingan itu dan akupun menjaga Bintang supaya tidak terjatuh di selokan. Tiba- tiba Bintang berteriak,” pak berat. Setelah aku lihat, ternyata Bintang mendapatkan ikan lele dan akupun segera membantu Bintang untuk mengangkat ikan kedaratan .
Bintang sambil tersenyum berteriak,” pak aku dapat ikan, pak.
Aku segera melepas ikan lele dari kailnya dan memasukkan ketempat ikan yang terbuat dari jaring, lumayan besarnya selengan tanganku. Aku dan Bintang memancing lagi namun tiba – tiba hujan gerimis turun dari langit. Aku dan Bintang memutuskan pulang. Sesampai dirumah Bintang sambil tersenyum berteriak pada ibunya.” Ibu aku dapat ikan lele. Istriku melihat Bintang sambil tersenyum.
Ikan lele aku bersihkan dan aku potong jadi dua ditambah kaldu ayam sebagai bumbunya.
Setelah ditunggu beberapa menit akupun memasak ikan itu. Setelah ikan sudah masak akupun makan bersama Bintang. Bintang berkata ,” enak ya pak ikannya.”

Tuesday, February 3, 2009

Ada Yang Tersangkut

Sore itu teman aku cewek pergi di sebuah toko pakaian bersama keluarganya.
Teman aku melihat – lihat pakain anak – anak dan pakaian orang dewasa. Karena anaknya yang satu kehauasan iapun menuju ketempat penjual minuman yang berada di lantai dasar. Baru kira – kira sepuluh langkah meninggalkan tempat itu. Setiap melihat penjaga toko temanku merasa ditertawakan. Teman aku jadi merasa risi ada apa ya?
Tiba – tiba ada seorang satpam menghampiri teman ku itu dan bilang,” maaf ya mbak celana dalamnya tersangkut ditas.” Setelah teman aku melihat dan melepaskan celana dalam dari tasnya. Teman aku jadi malu bukan kepayang.

Wednesday, January 21, 2009

Krupuk Kulit

Di sore itu pak Sukri dikunjungi dua preman yang sering makan, tapi tidak mau bayar uang. Pak Sukri merasa jengkel oleh preman tersebut karena warung makannya sepi pembeli. Sambil duduk dan makan, kedua preman tersebut minta jatah uang setoran dengan alasan untuk keamanan. Karena warung sepi pembeli, pak Sukri berani membantah pada preman tersebut. Preman tersebut marah – marah serta membentak pada pak Sukri, yang intinya tidak mau tahu alasan pak Sukri, yang penting jatah setoran uang keamanan harus diserahkan pada preman tersebut.
Sambil duduk menunggu uang dari pak Sukri, preman tersebut melihat ada krupuk kulit didepanya yang tertulis, krupuk kulit special. Karena tulisan tersebut, preman itu penasaran dan ingin mencicipi krupuk kulit special tersebut. Setelah dicicipi krupuk kulit tersebut rasanya memang enak sekali.
Tiba –tiba datanglah Andi dengan membawa bungkusan plastik yang isinya bahan mentah krupuk kulit yang biasa di jual pada pak Sukri. Dan berkata, “ bang ini kulitnya, sekarang naik harganaya 1 kg Rp.50.000,-. Pak Sukri menjawab :,’’ sekarang kok harganya naik!’’ jawab Andi :,’’ ia lah,” carinya aja sulit.” Karena tidak bisa ditawar akhirnya pak Sukri tetap membeli bahan mentah kulit krupuk itu.
Mendengar percakapan pak Sukri dengan seorang yang datang tadi. Preman tersebut jadi penasaran tentang buangkusan apa yang dibeli pak Sukri itu ?. Preman itu menanyakan pada pak Sukri tentang bungkusan itu, tapi pak Sukri hanya diam. Karena preman itu mendesak, akhirnya pak Sukri menjelaskan bahwa krupuk kulit special tersebut dibuat dari bahan kulit bekas orang sunat.

Mendengar perkataan pak Sukri, kedua preman tersebut perutnya spontan jadi mual dan muntah – muntah serta lari meninggalkan warung pak sukri. Melihat kejadian preman tersebut, pak Sukri Tertawa Cekakaan. Rasain kena tipu.

Monday, January 5, 2009

Ciuman Ala Jawa Barat


Ciawi = Ciuman Manusiawi
Cipanas = Ciuman Paling Panas
Cibubur = Ciuman Buru – Buru
Cicadas = Ciuman Dada Atas
Ciamis = Ciuman Bau Amis

Citarik = Ciuman Tarik Menarik
Cibulan = Ciuman Butuh Lanjutan
Ciamplas = Ciuman Ampe Perut Mulas
Cikampek = Ciuman Kamu Peka
Ciparym = Ciuman Paling Teruray
Cilacap = “ MAAF ANDA SUDAH MEMASUKI WILAYAH JAWA TENGAH”

Sunday, December 14, 2008

Sepatu Sandal

Seperti biasa malam itu Toni pergi ke masjid seberang desa dengan jalan kaki. Setelah selesai sholat dia akan mengambil sepatu sandalnya, ternyata sepatu sandalnya tidak ada. Tonipun spontan melihat sandal orang lain yang dipakainya dan ternyata dari kejauhan Toni melihat sepatu sandal miliknya yang telah dipakai orang. Toni berteriak,” Hai, itu sandal siapa?’’ mendengar teriakan Toni, yang memakai sandal Toni, sepotan orang itu lari terbirit – birit.
Apes nasip Toni hari itu, Toni harus berjalan ke rumah tanpa alas kaki, walaupun ia harus menahan sakit kakinya, karena menginjak kerikil dalam perjalanan pulang. Sesampai dirumah Toni terkejut bukan kepalang. Sepetu sandal miliknya ternyata sudah ada didepan pintu rumahnya. Toni segera membuka pintu dan Tonipun lebih terkejut lagi karena orang yang mengambil sepatu sandal miliknya bersama dengan adik perempuan Toni yang baru ngobrol.
Sepontan Toni langsung mengusir orang tersebut dan berkata.” Tidak tahu malu udah mengambil sepatu sandal milikku mau mengambil pula adikku, kuarang ajar.” Mendengar perkataan Toni orang itu tertunduk malu dan lari terbirit – birit.