daftarkan

generalbanner

cari disini

Sunday, December 14, 2008

Sepatu Sandal

Seperti biasa malam itu Toni pergi ke masjid seberang desa dengan jalan kaki. Setelah selesai sholat dia akan mengambil sepatu sandalnya, ternyata sepatu sandalnya tidak ada. Tonipun spontan melihat sandal orang lain yang dipakainya dan ternyata dari kejauhan Toni melihat sepatu sandal miliknya yang telah dipakai orang. Toni berteriak,” Hai, itu sandal siapa?’’ mendengar teriakan Toni, yang memakai sandal Toni, sepotan orang itu lari terbirit – birit.
Apes nasip Toni hari itu, Toni harus berjalan ke rumah tanpa alas kaki, walaupun ia harus menahan sakit kakinya, karena menginjak kerikil dalam perjalanan pulang. Sesampai dirumah Toni terkejut bukan kepalang. Sepetu sandal miliknya ternyata sudah ada didepan pintu rumahnya. Toni segera membuka pintu dan Tonipun lebih terkejut lagi karena orang yang mengambil sepatu sandal miliknya bersama dengan adik perempuan Toni yang baru ngobrol.
Sepontan Toni langsung mengusir orang tersebut dan berkata.” Tidak tahu malu udah mengambil sepatu sandal milikku mau mengambil pula adikku, kuarang ajar.” Mendengar perkataan Toni orang itu tertunduk malu dan lari terbirit – birit.

Wednesday, November 26, 2008

Kaos Kaki Penyelamat

Seperti biasa menjelang lebaran tiba Nardi mudik pulang kampung. Pagi - pagi benar Nardi mempersiapkan segala perlengkapan, baik pakaian, oleh - oleh untuk oarangtua dan tak kalah penting trik menyimapn uang supaya tidak kecopetan. Uang yang ia kumpulkan dari bekerja bertahun - tahun ia taruh di kaos kaki miliknya.
Setelah dirasa semua perlengkapan untuk mudik udah beres. Berangkatlah ia menghampiri bus, yang kebetulan rumah kos Nardi dekat dengan terminal. Naiklah Nardi dibus Jurusan Yogyakarta, dimana ia dibesarkan di kampung halaman. Karena perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta cukup jauh, Nardipun terkantuk - kantuk dalam perjalanan.
Waktu cepat berlalu Nardipun sampai ditempat tujuan dan ia mengambil uang dikaos kaki untuk membayar ongkos bus tersebut.
Pak sopirpun terbengong - bengong melihat tingkah Nardi yang mengambil uang di kaos kakinya. Nardi segera memberikan uang itu pada pak sopir, tetapi apa yang terjadi setelah menerima uang dari Nardi, pak sopir menutup hidungnya dan segera megembaliakn uang itu pada Nardi karena uang itu kumal, lecek dan bau ampek yang berasal dari kaos kaki Nardi, yang mungin udah lama tidak dicuci. Setelah menerima uang dari pak sopir yang tidak mau menerimanya, dan bus itu pergi, Nardi sepontan tertawa cekakaan. Dalam hatinya berkata, " kalau begini terus bisa hemat ongkos perjalanan he...hee."

Monday, November 24, 2008

Kado Ulang Tahun

Di siang hari saat istirahat kerja, aku ngobrol dengan temanku. Dia menceritakan tentang anaknya yang mendapat undangan ultah temannya, dengan memberikan undangan secara memdadak, sepontan saja setelah pulang kerja ganti pakaian, minum langsung pergi dengan anaknya ke sebuah toko kado.
Setelah lama memilih - milih tibalah pilihan tas cantik sebagai kado, dan tak lupa sampul kado dibeli pula dengan gambar - gambar yang lucu. Setelah apa yang ia beli sudah didapat, maka kembalilah ia kerumah langsung membuka bungkusan tas tadi, segera ia membungkusnya dengan kertas kado. Dengan hati - hati ia melipat kertas kado itu dan memberi selotip sebagai perekatnya.
Tiba saatnya tinggal merapikan sisa kertas kado tadi dengan gunting. Tapi apa yang terjadi, seperti terasa ada yang mengganjal yang ia potong dengan suara," krek. Dalam hati teman aku bertanya, " apa ya ?" secara bergegas ia membuka lagi kado tersebut yang menjadi tanda tanya tentang suara tadi dan ''oh" kata pertama yang keluar dari mulutnya yang ia lontarkan sambil memegang keningnya, ternyata tali tas cantik tadi terpotong. Mendengar cerita tadi aku tertawa cekakaan. Iapun kembali ngacir untuk membeli tas itu lagi. Kasian deh lho.......

Monday, August 25, 2008

Tangisan Telur Ceplok

Saat aku nonton TV tiba-tiba anakku Bintang yang berumur 4 tahun ingin dibuatkan telur ceplok, katanya.”Pak makan pakai telur ceplok .“ Jawab aku ,”ya bapak buatkan.” Bintang aku gendong dan aku dudukkan di tempat duduk di dapur.
Aku siapkan tempat penggorengan, minyak goreng, telur, dan garam. Kompor gas aku nyalakan, minyak goreng aku tuangkan, telurpun aku masukkan, dan tiba waktunya telur akan aku balik ternyata telur itu lengket dan jadilah telur orak – arik alias potong- potong end tidak bundar, dalam batinku moga – moga bintang bisa menerimanya.
Setelah telur potong – potong tadi sudah masuk, aku taruh di piring dan aku berikan pada anakku Bintang. Melihat telur yang terpotong – potong tadi Bintang berbicara padaku”. Pak telurnya kok tidak bundar .” Bintangpun menangis keras.” Karena mendengar tangisan Bintang, aku jadi panik karena telur tadi tinggal satu – satunya yang aku punya.
Mendengar tangisan Bintang Bude datang dan menanyakan ada apa ?” akupun menjelaskan pada bude, bahwa telur yang aku masak lengket jadi terpotong potong. “ Celetuk bude “nyala api gas mungkin kebesaran “.
Bude akhirnya memberitahu Bintang,”dah jangan nangis bude gorengkan lagi.” Mendengar perkataan bude tadi Bintangpun tidak menanggis, karena telur ceplok yang ia harapkan sudah didapatkan. Bude tertawa cekakak atas peristiwa Bintang tadi.

Wednesday, August 20, 2008

Mencari Jodoh Lewat SMS

Disore hari Ana sedang duduk dikursi ruang tamu sambil mengerjakan pekerjaan kuliahnya, sambil mendengarkan acara radio mengenai kontak jodoh lewat sms. Tiba – tiba terdengar suara bell pintu berbunyi, Anapun membuka pintu, ternyata Susi teman kuliah Ana yang datang. Mereka berdua duduk sambil mengerjakan pekerjaan kuliah. Setelah selesai mengerjakan pekerjaan kuliah Ana dan Susi ngobrol mengenai kreteria lelaki idaman. Ana menanyakan pada Susi kira – kira seperti apa cowok idamannya itu. Susipun menjawab.”Cowok idaman aku?’’kulit hitam manis, pandai berenang dan berkumis tipis.
Ana memberi inisiatif pada Susi untuk mencoba mencari jodoh lewat sms yang kebetulan Ana punya nomor telepon kontak jodoh lewat sms yang didengarnya lewat radio, Susipun setuju akan inisiatif Ana. Susi akhirnya sms dengan kreteria lelaki idamannya. Setelah sms terkirim rasa hati penasaran, siapa nama cowok itu, dan saat itu juga terdengar suara balasan sms masuk dari hp Susi yang isinya.” Selamat anda telah mengikuti program kontak jodoh lewat sms, kreteria cowok yang anda inginkan bernama anjing laut, alamat Kutup Utra.”
Setelah membaca sms tersebut Susi marah – marah, “ masak disuruh pacaran sama anjing laut.” Anapun menjelaskan pada Susi sambil senyam – senyum .“ Memang ada benarnya juga seperti kreteria cowok idaman kamu, kulit hitam manis, pandai berenang dan berkumis tipis.”
Ana dan Susi akhirnya tertawa cekakak dengan kejadian yang dialami lewat kontak jodoh sms itu.

Tuesday, August 19, 2008

Gara - Gara Resliting Celana Rusak

Siang itu seperti biasa banyak pekerjaan di kantor menumpuk, tiba – tiba terdengar suara hp aku. Setelah aku buka ternyata sms dari teman aku cewek. Dia sms yang isinya. “Di, tolong belikan peniti, resliting celanaku rusak.” Akhirnya aku keluar, menuju warung kelontong di depan kantor tempat aku kerja. Setelah mendapatkan peniti, aku temui teman aku itu.
Ketika aku temui dia duduk sambil senyam –senyum tersipu malu dan menutupi resliting celananya dengan tasnya. Karena di tempat kerjanya itu banyak teman, supaya tidak malu aku berikan peniti penyelamat itu dengan lipatan kertas, supaya tidak menjadi pertanyaan teman – temanya.
Tepat pukul 13.30 Wib, waktu pulang kerja, aku hampiri dia untuk pulang bersama, ternyata dia masih duduk terjaga, masih tetap pada posisi semula, menggunakan tas untuk menutupi resliting yang rusak itu. Pikir aku mungkin menunggu teman – teman yang lain pulang, biar sepi dan dia bisa bereaksi untuk membenahi celananya yang rusak itu.
Keesokan harinya, karena penasaran aku tanyakan kejadian sebenarnya. Teman aku menceritakan bahwa kejadian itu bermula di kamar mandi wanita, setelah selesai buang air kecil, maksud hati ingin menutup resliting celana, namun yang terjadi tiba – tiba rislitingnya rusak, dan karena kendor celana tersebut dan grogi celananya mlorot kebawah. Untung aja kejadian itu masih di ruang kamar mandi wanita, kalau kejadian itu terjadi di tempat umum bisa berabe.

Berlatih Bela Diri

Disore itu seperti biasa Bajra berlatih beladiri. Kali ini Bajra belajar pukulan jarak jauh, untuk melatih pukulan itu Bajra menggunakan pohon sebagai sasarannya. Dengan posisi kuda – kuda, menarik nafas dan konsentrasi Bajra bersiap untuk memukul sasaran. Pukulan jarak jauh dilontarkan mengenai pohon yang ada dihadapannya.
Robohlah pohon dengan pukulan jarak jauh itu. Bajra merasa gembira, karena pukulan jarak jauh yang ia latih selama ini membuahkan hasil. Tiba – tiba dari arah kejauhan terdengar suara keras memanggil. Ilmu berlari cepat diterapkan Bajra menuju arah teriakan itu, ternyata yang berteriak tadi adalah gurunya. Bajra menanyakan pada gurunya maksudnya apa sampai berteriak –teriak, ternyata yang berteriak – teriak tadi adalah gurunya.
Bajra menanyakan pada gurunya maksud apa sampai berteriak – teriak. Guru Bajra menjelaskan pada Bajra bahwa maksudnya adalah pelajaran tambahan yaitu ilmu kebal. Mendengar penjelasan gurunya Bajra dengan posisi kuda – kuda, tangan mengepal, konsentrasi, tarik nafas keluar nafas, dan tiba - tiba terdengar suara dut, dut, dan gurunya langsung nyeletuk . “ Suara apa tadi, kok ada baunya, baunyapun tak enak. “
Bajarpun dengan muka pucat , nyengir dan tertawa mengtakan pada gurunya. “Suara kentut aku guru !.” Gurunyapun mengatakan ?’’ dasar murid bandel.!” Bajra mulai lagi dengan berlatih, dengan teknik tarik nafas, keluar nafas dan konsentrasi,” Gurunya mengatakan bersiap – siap ya, dengan mengambil satu genteng untuk mengetes ilmu kebal itu, dipukulkanya genteng tadi dikepala Bajra.” Brak, suara genteng mengenai kepala Bajra, gentengpun pecah seketika.

Guru Bajra berbicara pada Bajra “ Kamu tidak apa – apa?’’ Jawab Bajra “ tidak apa – apa!’’Guru Bajra berbicara lagi “ kali ini kita haru pegi, “ Jawab Bajra “pegi kemana guru!’’ kerumah sakit jawab gurunya .“ Celetuk Bajra emangnya siapa yang sakit “ jawab gurunya “ ia kamu itu!’’ kepalamu berdarah kena tempaan genteng tadi, untung Cuma