daftarkan

generalbanner

cari disini

Friday, February 13, 2009

Dapat Ikan

Soere itu aku dan anakku Bintang yang berumur 4 tahun merencanakan untuk memancing ikan. Aku dan Bintang mencari umpan cacing didepan rumahku. Setelah mendapat beberapa cacing , aku masukkan kedalam tempat plastik. Aku dan Bintang berangkat dengan membawa kail dan umpan cacing di selokan yang tak jauh dari rumahku.
Setelah sampai ditujuan, aku segera memasang umpan cacing pada kail. Kail aku masukkan kedalam air selokan. Baru meberapa menit saja Bintang berkata, “ pak aku yang memancing ya.” Akupun menjawab .” ya. Bintang segera memegang pancingan itu dan akupun menjaga Bintang supaya tidak terjatuh di selokan. Tiba- tiba Bintang berteriak,” pak berat. Setelah aku lihat, ternyata Bintang mendapatkan ikan lele dan akupun segera membantu Bintang untuk mengangkat ikan kedaratan .
Bintang sambil tersenyum berteriak,” pak aku dapat ikan, pak.
Aku segera melepas ikan lele dari kailnya dan memasukkan ketempat ikan yang terbuat dari jaring, lumayan besarnya selengan tanganku. Aku dan Bintang memancing lagi namun tiba – tiba hujan gerimis turun dari langit. Aku dan Bintang memutuskan pulang. Sesampai dirumah Bintang sambil tersenyum berteriak pada ibunya.” Ibu aku dapat ikan lele. Istriku melihat Bintang sambil tersenyum.
Ikan lele aku bersihkan dan aku potong jadi dua ditambah kaldu ayam sebagai bumbunya.
Setelah ditunggu beberapa menit akupun memasak ikan itu. Setelah ikan sudah masak akupun makan bersama Bintang. Bintang berkata ,” enak ya pak ikannya.”

Tuesday, February 3, 2009

Ada Yang Tersangkut

Sore itu teman aku cewek pergi di sebuah toko pakaian bersama keluarganya.
Teman aku melihat – lihat pakain anak – anak dan pakaian orang dewasa. Karena anaknya yang satu kehauasan iapun menuju ketempat penjual minuman yang berada di lantai dasar. Baru kira – kira sepuluh langkah meninggalkan tempat itu. Setiap melihat penjaga toko temanku merasa ditertawakan. Teman aku jadi merasa risi ada apa ya?
Tiba – tiba ada seorang satpam menghampiri teman ku itu dan bilang,” maaf ya mbak celana dalamnya tersangkut ditas.” Setelah teman aku melihat dan melepaskan celana dalam dari tasnya. Teman aku jadi malu bukan kepayang.

Wednesday, January 21, 2009

Krupuk Kulit

Di sore itu pak Sukri dikunjungi dua preman yang sering makan, tapi tidak mau bayar uang. Pak Sukri merasa jengkel oleh preman tersebut karena warung makannya sepi pembeli. Sambil duduk dan makan, kedua preman tersebut minta jatah uang setoran dengan alasan untuk keamanan. Karena warung sepi pembeli, pak Sukri berani membantah pada preman tersebut. Preman tersebut marah – marah serta membentak pada pak Sukri, yang intinya tidak mau tahu alasan pak Sukri, yang penting jatah setoran uang keamanan harus diserahkan pada preman tersebut.
Sambil duduk menunggu uang dari pak Sukri, preman tersebut melihat ada krupuk kulit didepanya yang tertulis, krupuk kulit special. Karena tulisan tersebut, preman itu penasaran dan ingin mencicipi krupuk kulit special tersebut. Setelah dicicipi krupuk kulit tersebut rasanya memang enak sekali.
Tiba –tiba datanglah Andi dengan membawa bungkusan plastik yang isinya bahan mentah krupuk kulit yang biasa di jual pada pak Sukri. Dan berkata, “ bang ini kulitnya, sekarang naik harganaya 1 kg Rp.50.000,-. Pak Sukri menjawab :,’’ sekarang kok harganya naik!’’ jawab Andi :,’’ ia lah,” carinya aja sulit.” Karena tidak bisa ditawar akhirnya pak Sukri tetap membeli bahan mentah kulit krupuk itu.
Mendengar percakapan pak Sukri dengan seorang yang datang tadi. Preman tersebut jadi penasaran tentang buangkusan apa yang dibeli pak Sukri itu ?. Preman itu menanyakan pada pak Sukri tentang bungkusan itu, tapi pak Sukri hanya diam. Karena preman itu mendesak, akhirnya pak Sukri menjelaskan bahwa krupuk kulit special tersebut dibuat dari bahan kulit bekas orang sunat.

Mendengar perkataan pak Sukri, kedua preman tersebut perutnya spontan jadi mual dan muntah – muntah serta lari meninggalkan warung pak sukri. Melihat kejadian preman tersebut, pak Sukri Tertawa Cekakaan. Rasain kena tipu.

Monday, January 5, 2009

Ciuman Ala Jawa Barat


Ciawi = Ciuman Manusiawi
Cipanas = Ciuman Paling Panas
Cibubur = Ciuman Buru – Buru
Cicadas = Ciuman Dada Atas
Ciamis = Ciuman Bau Amis

Citarik = Ciuman Tarik Menarik
Cibulan = Ciuman Butuh Lanjutan
Ciamplas = Ciuman Ampe Perut Mulas
Cikampek = Ciuman Kamu Peka
Ciparym = Ciuman Paling Teruray
Cilacap = “ MAAF ANDA SUDAH MEMASUKI WILAYAH JAWA TENGAH”

Sunday, December 14, 2008

Sepatu Sandal

Seperti biasa malam itu Toni pergi ke masjid seberang desa dengan jalan kaki. Setelah selesai sholat dia akan mengambil sepatu sandalnya, ternyata sepatu sandalnya tidak ada. Tonipun spontan melihat sandal orang lain yang dipakainya dan ternyata dari kejauhan Toni melihat sepatu sandal miliknya yang telah dipakai orang. Toni berteriak,” Hai, itu sandal siapa?’’ mendengar teriakan Toni, yang memakai sandal Toni, sepotan orang itu lari terbirit – birit.
Apes nasip Toni hari itu, Toni harus berjalan ke rumah tanpa alas kaki, walaupun ia harus menahan sakit kakinya, karena menginjak kerikil dalam perjalanan pulang. Sesampai dirumah Toni terkejut bukan kepalang. Sepetu sandal miliknya ternyata sudah ada didepan pintu rumahnya. Toni segera membuka pintu dan Tonipun lebih terkejut lagi karena orang yang mengambil sepatu sandal miliknya bersama dengan adik perempuan Toni yang baru ngobrol.
Sepontan Toni langsung mengusir orang tersebut dan berkata.” Tidak tahu malu udah mengambil sepatu sandal milikku mau mengambil pula adikku, kuarang ajar.” Mendengar perkataan Toni orang itu tertunduk malu dan lari terbirit – birit.

Wednesday, November 26, 2008

Kaos Kaki Penyelamat

Seperti biasa menjelang lebaran tiba Nardi mudik pulang kampung. Pagi - pagi benar Nardi mempersiapkan segala perlengkapan, baik pakaian, oleh - oleh untuk oarangtua dan tak kalah penting trik menyimapn uang supaya tidak kecopetan. Uang yang ia kumpulkan dari bekerja bertahun - tahun ia taruh di kaos kaki miliknya.
Setelah dirasa semua perlengkapan untuk mudik udah beres. Berangkatlah ia menghampiri bus, yang kebetulan rumah kos Nardi dekat dengan terminal. Naiklah Nardi dibus Jurusan Yogyakarta, dimana ia dibesarkan di kampung halaman. Karena perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta cukup jauh, Nardipun terkantuk - kantuk dalam perjalanan.
Waktu cepat berlalu Nardipun sampai ditempat tujuan dan ia mengambil uang dikaos kaki untuk membayar ongkos bus tersebut.
Pak sopirpun terbengong - bengong melihat tingkah Nardi yang mengambil uang di kaos kakinya. Nardi segera memberikan uang itu pada pak sopir, tetapi apa yang terjadi setelah menerima uang dari Nardi, pak sopir menutup hidungnya dan segera megembaliakn uang itu pada Nardi karena uang itu kumal, lecek dan bau ampek yang berasal dari kaos kaki Nardi, yang mungin udah lama tidak dicuci. Setelah menerima uang dari pak sopir yang tidak mau menerimanya, dan bus itu pergi, Nardi sepontan tertawa cekakaan. Dalam hatinya berkata, " kalau begini terus bisa hemat ongkos perjalanan he...hee."

Monday, November 24, 2008

Kado Ulang Tahun

Di siang hari saat istirahat kerja, aku ngobrol dengan temanku. Dia menceritakan tentang anaknya yang mendapat undangan ultah temannya, dengan memberikan undangan secara memdadak, sepontan saja setelah pulang kerja ganti pakaian, minum langsung pergi dengan anaknya ke sebuah toko kado.
Setelah lama memilih - milih tibalah pilihan tas cantik sebagai kado, dan tak lupa sampul kado dibeli pula dengan gambar - gambar yang lucu. Setelah apa yang ia beli sudah didapat, maka kembalilah ia kerumah langsung membuka bungkusan tas tadi, segera ia membungkusnya dengan kertas kado. Dengan hati - hati ia melipat kertas kado itu dan memberi selotip sebagai perekatnya.
Tiba saatnya tinggal merapikan sisa kertas kado tadi dengan gunting. Tapi apa yang terjadi, seperti terasa ada yang mengganjal yang ia potong dengan suara," krek. Dalam hati teman aku bertanya, " apa ya ?" secara bergegas ia membuka lagi kado tersebut yang menjadi tanda tanya tentang suara tadi dan ''oh" kata pertama yang keluar dari mulutnya yang ia lontarkan sambil memegang keningnya, ternyata tali tas cantik tadi terpotong. Mendengar cerita tadi aku tertawa cekakaan. Iapun kembali ngacir untuk membeli tas itu lagi. Kasian deh lho.......